Hingga Akhir Tahun :)

Semakin hari, semakin bahagia.
Terima kasih, Gohonzon.
Sikap bersyukur akan membuat kita menjadi orang yang bahagia.
Aku sangat bahagia,
tapi sekarang,… aku juga sangat mengantuk zzzzzzzzzzz […gak nyambung banget…]
Hari ini, aku terlibat lagi dalam tim outbound Komkep KAPal untuk outbound RS Myria di Podomoro.
Aku sudah bertekad satu hal,
bahwa aku baru akan mulai bekerja di tahun 2009, bulan Januari.

Hingga akhir tahun,
aku hanya ingin bersantai,
mengisi waktu luang dengan merapikan kamar tidur, tempat kerja, ruang tamu, dan semua pojok di rumahku.
Tahun ini, rasa-rasanya aku belum pernah memegang sapu di rumah πŸ˜€
Lalu, aku ingin melahap buku-buku yang kubeli di Bandung tempo hari,
ingin merapikan dokumen-dokumen Soka Gakkai,
kunjungan anggota,
memperbanyak daimoku,
jalan-jalan dengan teman lama,
menyukseskan Sokai GM dan Sokai Shibu,
berselancar di dunia maya sepuasnya, dengan membaca blog-blog orang, mengetahui buah pemikiran para blogger dalam banyak bidang yang digelutinya,
menulis surat ke Ikeda Sensei berisi tekad dan ucapan terima kasih yang sangat mendalam,
instalasi komputer dengan CD XP Black bajakan,
merapikan catatan kuliah,
belajar bahasa inggris mati-matian,
lalu yang pasti,
aku akan menggunakan waktu 2 bulan ini untuk berpikir, merefresh kembali tekadku dan kejadian-kejadian penting selama hidupku.

REFLEKSI.
Berulang kali kutulis dalam blog, bahwa kita harus selalu merefleksikan keseharian kita.
Aku belajar satu hal dari seniorku yang memiliki satu kebiasaan menarik.
Setiap pagi, beliau menuliskan jadwal kegiatan dan target satu hari itu ke dalam secarik kertas, lantas beliau berdaimoku untuk mengawali hari itu, juga berdoa agar semua yang telah direncanakannya berjalan dengan lancar.
Setiap malam harinya, beliau mengecek target-target apa saja yang telah terpenuhi dan yang belum, lalu berdaimoku dengan penuh rasa bersyukur atas hari itu.

Indahnya kehidupan seperti itu, dalam bayanganku.
Karena apa?
Karena hingga hari ini, setiap bangun tidur, aku selalu berkejar-kejaran dengan waktu,
akhirnya hanya gongyo secepat kilat dan tak sempat sarapan pagi lagi.
Maklum, godaan tidur lebih lama dan memanjakan diri selalu menang!
Tak bolehlah kita kalah dari iblis surga ke-enam! πŸ˜€
Harus menang, harus bangun pagi!
Mengawali pagi hari dengan kegembiraan!
Haruslah seperti itu!
Tidur…tidur… besok harus sudah di Paroki St. Maria jam 06.30 πŸ™‚

Ummm, mengapa seorang Budhis menginjak gereja???
Ada kutipan menarik dari buku Revolusi Manusia Baru, karangan Daisaku Ikeda, bab I – Matahari Terbit, yang mungkin bisa menjawab pertanyaan di atas.

Dengan ekspresi muka yang sulit, ia memulai dengan suara kecil dan malu-malu: “Um, begini, anak laki-laki saya belajar di sekolah Kristen, saya ingin tahu apakah ini berarti memfitnah ajaran Budha. Anda tahu, bahwa tidak ada sekolah lain yang lebih cocok lagi.”

“Itu tidak menjadi masalah,” balas Shinichi. “Anak anda tidak pergi ke sekolah untuk melaksanakan ajaran Kristen; ia ke sana untuk belajar dan bersekolah. Jika itu kasusnya, sama sekali tidak masalah.”

Dengan jawaban Shinichi yang jelas dan langsung, wajah wanita itu menjadi cerah dengan rasa lega.

“Benarkah? Saya sangat lega sekali. Saya khawatir jikalau membayar uang kepada sekolah Kristen, berarti saya telah menyumbang pada ajaran non-Budhis dan oleh karena itu berarti saya telah melakukan pemfitnahan.”

Di Jepang, wanita tersebut telah diajarkan pentingnya membuat perbedaan yang jelas antara yang benar dan yang salah dari sudut pandang agama Budha, dan sekarang dia kelihatannya menderita tekanan spiritual yang sangat besar karena mengirim anaknya ke sekolah Kristen.

“Anda membayar uang kepada sekolah, tetapi itu hanyalah untuk keperluan biaya sekolah; itu bukanlah menyumbang kepada ajaran Kristen. Jika anak anda bersekolah di sana, maka membayar biaya sekolah adalah hal yang sangat wajar.

“Dasar dari hati kepercayaan kita adalah mempercayai dan menyembah Gohonzon yang telah diwujudkan oleh Nichiren Daishonin. Jadi selama kita tidak membelok dari fondasi ini, maka tidak perlu menjadi kaku atau tidak bertoleransi.”

Tinggal dalam masyarakat Amerika yang telah terpengaruh kuat oleh ajaran Kristen, tidak diragukan lagi banyak anggota dari Jepang mendapatkan dirinya menghadapi dilema yang sama dan menderita karena tidak tahu bagaimana menghadapinya. Shinichi merasa bahwa dirinya perlu mengulas pertanyaan ini lebih dalam lagi.

“Banyak aspek dari kebudayaan dan kehidupan kita berhubungan dengan salah satu agama. Misalnya, kebanyakan perusahaan tutup pada hari Minggu. Ini merupakan sebuah praktek ajaran Kristen yang menganggap hari Minggu adalah hari untuk beristirahat dan beribadah. Jadi, jika ada orang yang berpikir bahwa beristirahat pada hari Minggu adalah pemfitnahan terhadap ajaran Budha, maka akan sulit baginya untuk hidup dengan harmonis di dalam masyarakat.

“Karya musik dan seni pun selalu dipengaruhi oleh agama. Jadi, terdapat perbedaan antara mengharagai suatu karya seni dan mempercayai suatu agama yang menjadi sumber inspirasinya. Oleh karena itu, anggapan seperti ‘tidak boleh melihat lukisan ini’ dan ‘mendengan musik ini berarti memfitnah dharma’ adalah anggapan yang salah. Jika karena memiliki hati kepercayaan sehingga anda tidak bisa mengagumi karya seni yang bagus, maka hati kepercayaan itu sendiri akan menyangkal rasa kemanusiaan anda.”

Ada agama yang muncul untuk manusia, dan ada pula yang muncul untuk agama itu sendiri. Agama yang muncul untuk agama itu sendiri akan berubah menjadi dogmatisme, yang pada akhirnya akan memperbudak manusia atas nama agama. Sebagai akibatnya, manusia akan kehilangan kebebasan spiritual, pikiran sehat, dan rasa kemanusiaan pun disangkal, serta akan memperlebar celah antara agama dan masyarakat.

Budhisme Nichiren Daishonin adalah agama yang muncul demi umat manusia dan bertujuan untuk mengembangkan rasa kemanusiaan setiap orang. Pemimpin agama yang membicarkan prinsip Budhisme Daishonin, tapi justru menyatakan bahwa kesenian dan kebudayaan yang diperoleh berdasarkan kemanusiaan merupakan suatu pemfitnahan terhadap ajaran ini, adalah pemimpin dogmatisme jahat yang telah menginjak-injak semangat Daishonin. Tindakan dari orang demikian hanya kan menyimpang dari Budhisme dan menghambat jalan menuju kosenrufu seluruh dunia.

Ya, menulis kutipan di atas, bukan bermaksud mencari pembelaan diri,namun lebih dari itu, adalah untuk memperkuat argumentasi bahwa ‘hati kepercayaan adalah kehidupan’ dan ‘budhisme adalah kewajaran’ mempersilahkan kita bekerja di mana saja dan dengan siapa saja, tanpa memperdulikan suku-agama-ras. Dengan begitu, kita malah akan memperkuat hati kepercayaan kita, kita akan lebih mengenal Budhisme melalui dialog-dialog lintas agama. Silahkan buktikan sendiri kebenarannya!

Jadwal Kuliah

Inilah jadwal kuliah sastra inggrisku di semester ketiga:

SENIN

1. Sejarah Kebudayaan Indonesia (Drs. P. Siagian, M.M.)
2. Listening 3 (Drs. Patar Sitanggang, M.M.)
3. Phonology (Dharma Riadi, S.Pd., M.M.)

SELASA
1. Drama 1 (Drs. Bonar Siagian, M.M.)
2. Bahasa Jerman 1 (Drs. M.Y. Suwignyo)
3. Holel Management (Yana Pardiana, S.E., M.M.)

RABU
1. Ilmu Alamiah Dasar (Ir. H. Syakirin Lubis, M.Sc.)
2. Bahasa Jerman 1 (Drs. M.Y. Suwignyo)
3. Reading 3 (Ali Hanafi, B.A.)

KAMIS
kelas pagi, jam ke-2 : Structure 3 (Dra. Duma Manik)
1. –
2. Syntax 1 (Agnes K., S.S., M.Pd.)
3. Writing 1 (Dra. Duma Manik)

JUMAT
1. Teori Pranata Masyarakat Inggris 2 (Drs. P. Siagian, M.M.)
2. Speaking 3 (Iwan Yamin, S.S.)
3. Mandarin (tambahan, tak dihitung dalam sks)

Lihatlah!
Kamis jam pertama kosong!
Artinya, tiga semester berturut-turut, aku bisa ikut sodaikai πŸ™‚
Terima kasih, Gohonzon \(^_^)/

Aku tak begitu mengerti tentang kurikulum di kampusku,
beberapa pelajaran yang sudah kadaluarsa,
yang sudah dipelajari berulang-ulang semasa SMP dan SMA,
terulang kembali di bangku kuliah,
dan,
justru pelajaran yang sudah up-to-date tak dimasukkan dalam kurikulum 😦
belajar komputer untuk strata-1 jurusan Sastra Inggris pun tak ada,
meski hanya pengenalan.
Alangkah sedihnya jika hidup-mati seorang mahasiswa hanya berpatokan pada kuliah itu-itu saja 😦
benar-benar tak efektif…

Berprinsip bahwa kuliah harus mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya,
aku pun memilah-milah dosen yang menurutku benar-benar kompeten dibidangnya,
sehingga aku bisa menikmati perkuliahannya hingga akhir semester
Tak perlu memikirkan nilai yang akan didapat,
kita cukup memahami dan mempelajari materi kuliahnya dengan seksama.
Tak peduli berapa nilainya,
karena nilai dengan mudah bisa direkayasa oleh pemegang kekuasaan dengan seenaknya!
Ahhh, geram sekali melihat dosen yang seperti itu 😦

Lagi-lagi,
ini baru cita-citaku,
untuk belajar lebih keras di semester ini.
Belum terwujud memang,
namanya saja baru cita-cita πŸ˜€

Targetku adalah:
di tahun 2011, aku harus bisa menguasai bahasa inggris, mandarin dan jerman.
Ehm,
masih 3 tahun tersisa untuk berjuang lebih giat lagi.

Teman seperjuanganku pernah mengatakan satu hal di tahun 2005,
sewaktu peresmian Gedung Pusat Kebudayaan Soka Gakkai Indonesia,
bahwa untuk kosenrufu, kita seharusnya menguasai tiga bahasa.
Oh ya???
Ya ataupun tidak, menguasai bahasa adalah penting.

Bagaimanapun juga,
hidup adalah proses.
Ya, mengalir sajalah…
namun juga harus tetap kuat seperti batu karang yang dihempas oleh ombak dan deburan pantai,
tak hanya mengikuti arus saja,
yang hanya ikut-ikutan arus…

Tetap kokoh dan teguh dengan tujuan dan cita-cita.
Mati sajalah orang yang tak pernah bermimpi!

Didekati bapak-bapak 40an

Gawat…gawat…
Seorang bapak-bapak, 40an, beristri banyak, mendekatiku!
Wah,.. wah…
sebenarnya tak enak hati menuliskan cerita ini di blog.
Ya, aku juga tak bermaksud untuk mendongeng saat ini.
Namun, yang pasti bila aku tak segera menjaga jarak dengannya, aku akan melanggar 2 dari 3 larangan Toda Sensei dalam hal menjaga susunan…
wah, jangan sampai deh…

Outbound RS RK Charitas

Sudah hampir setahun, aku tak aktif di Komkep KAPAL (Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang), khususnya kegiatan outbound. Baru Jumat lalu, 9 Okt 2008 aku mengikuti kegiatan outbound lagi. Ya, sekalian refreshing juga selama tiga hari hingga hari Minggu. Mendampingi dokter, suster dan karyawan RS RK Charitas memang menyenangkan πŸ™‚ Jarang-jarang bisa ‘ngusilin’ suster-suster hahahahaha \(^_^)/
Aku sedang malas menulis ceritanya… tar sajalah, di lain kesempatan πŸ™‚

Aktifkan blog lagi…

Hari ini, akan kuaktifkan lagi blogku…
Ternyata,
memang terlalu banyak tulisan yang terlalu pribadi πŸ˜€
hasil pemikiran pribadi,
yang mungkin tak banyak disetujui oleh orang-orang selain diriku….

Namun,
tak ada gunanya menyimpan pemikiran-pemikiran aneh di otakku,
tanpa menuangkannya dalam tulisan πŸ™‚

Happy reading again!

Me-remove spyware akibat Video ActiveX Object error

C:\reg delete hkcu\software\microsoft\windows\currentversion\policies\system
C:\reg delete hkcu\software\microsoft\windows\currentversion\policies\Explorer

Ini berfungsi untuk mengenablekan task manager, regedit dan tampilan drive yang hilang dari explorer.
Akhirnya, kompie ku berfungsi lagi dengan baik πŸ˜€
Lebih jelasnya, silahkan baca tutorial di bawah ini:

Me-remove spyware akibat Video ActiveX Object error