Thanks mb

Sahabatku yang satu ini luar biasa. Semua keluhan dan makianku terhadap orang-orang disekitarku menjadi campah di hadapannya. Aku benar-benar tak bisa menjelek-jelekkan orang di hadapannya. Dia selalu positive thinking dan tenang. Sedangkan aku, masih sangat emosional.

Seperti kisah tadi sore, pukul 16.00 aku kerumahnya dengan maksud untuk menumpahkan semua kekesalanku terhadap sesuatu, namun lagi-lagi tak terucap. Sepulangnya, pukul 21.30, ketika ngobrol malam dengan mamaku, beliau berkata: Itulah dosen, selalu bisa berpikir dengan jernih dan mengontrol emosi. “Menjadi orang baik itu identik dengan orang bodoh dimata masyarakat”, lanjutnya.

Kami bersahabat lima tahun-an dan beliaulah yang selalu menjadi penyemangatku dalam belajar, motivator dan teladanku. Jarang sekali kutemukan orang yang seperti dia. Yang paling kubanggakan adalah kerendahan hatinya. Ya, beruntung aku kenal orang seperti dia.

Kita lahir sendiri, mati pun sendiri. Ya, memang benar, apa yang harus disombongkan, coy??

Terima kasih, sahabat.

Pelajaran hari ini: Menolong orang jangan pernah minta pamrih. Harus tulus ya, May!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.