Thanks mb

Sahabatku yang satu ini luar biasa. Semua keluhan dan makianku terhadap orang-orang disekitarku menjadi campah di hadapannya. Aku benar-benar tak bisa menjelek-jelekkan orang di hadapannya. Dia selalu positive thinking dan tenang. Sedangkan aku, masih sangat emosional.

Seperti kisah tadi sore, pukul 16.00 aku kerumahnya dengan maksud untuk menumpahkan semua kekesalanku terhadap sesuatu, namun lagi-lagi tak terucap. Sepulangnya, pukul 21.30, ketika ngobrol malam dengan mamaku, beliau berkata: Itulah dosen, selalu bisa berpikir dengan jernih dan mengontrol emosi. “Menjadi orang baik itu identik dengan orang bodoh dimata masyarakat”, lanjutnya.

Kami bersahabat lima tahun-an dan beliaulah yang selalu menjadi penyemangatku dalam belajar, motivator dan teladanku. Jarang sekali kutemukan orang yang seperti dia. Yang paling kubanggakan adalah kerendahan hatinya. Ya, beruntung aku kenal orang seperti dia.

Kita lahir sendiri, mati pun sendiri. Ya, memang benar, apa yang harus disombongkan, coy??

Terima kasih, sahabat.

Pelajaran hari ini: Menolong orang jangan pernah minta pamrih. Harus tulus ya, May!

Akhirnya, lulus juga…

Gelar Sarjana Teknik,
sebuah penghargaan bagi mahasiswa lulusan strata-1,
jurusan Teknik Informatika di STT Musi,
akhirnya kudapatkan pada tanggal 20 kemarin.

Ya,
nilai – gelar didapatkan oleh mahasiswa,
bukan diberikan oleh dosen.
Hal ini benar-benar harus di-cam-kan!

Terus terang,
aku tak menyangka bahwa aku bisa lulus tahun ini.
Semuanya karena kekuatan doa,
tak mungkin aku berhasil dengan mengandalkan kekuatan sendiri.
Di belakangku,
banyak orang-orang yang berperan aktif,
memberikan semangat,
fasilitas,
saran,
kritikan,
inspirasi,
semuanya…..

Terima kasih semuanya!
Bandung, terima kasih!

Terima kasih Gohonzon,
dorongan semangat dari Ikeda Sensei,
senior-senior di Soka Gakkai,
dan yang pasti,
semua dosen, pembimbing skripsi, teman-teman seperjuangan…
Engkong dan kedua orangtua-ku yang telah memfasilitasi semua kebutuhan. Tak hanya kebutuhan, keinginan-keinginanku pun telah dipenuhinya.

Hadiah terindah pada tanggal 20,
di hari aku lulus sidang akhir adalah:
datangnya senior-senior dan teman-teman seperjuangan di Soka Gakkai yang telah menginspirasiku selama ini. Benar-benar aku merasa sangat bahagia 🙂

Satu target telah berhasil,
namun masih saja aku pusing membagi waktuku untuk hal-hal lainnya.
Hingga akhir tahun, yang harus kulakukan adalah:

  • Libur Lebaran : camping di puncak gunung kaba – sindang jati.
  • Revisi Tugas akhir hingga minggu pertama Oktober.
  • Wisuda 1 November 2008.
  • Memilih pekerjaan yang akan kujalani selama 2 tahun di Palembang, setelah itu, baru akan ‘hengkang’ dari sini.
  • dll…

Secara garis besar, kegiatanku dapat dibagi menjadi 6 point, yaitu:

  • Soka Gakkai Indonesia
  • PRIBADI
  • GAWEAN
  • STBA Methodist
  • STT Musi
  • MAPALA Flam’s-NL

Terakhir,
aku ingin berbagi dorongan semangat dari Ikeda Sensei, yang telah menginspirasiku pada saat-saat terakhir pengumpulan skripsi:

Pemenang terakhir adalah pemenang sesungguhnya.
Hati kepercayaan adalah nama lain dari pemenang tertinggi.

Satu tahun ini telah berakhir dengan kemenangan.
Aku senang dan sangat lega.
Cukup puas, bahwa pantun di bawah ini, ternyata ada benarnya juga 🙂

Berakit-rakit ke hulu,
berenang-renang ke tepian.
Bersakit-sakit dahulu,
bersenang-senang kemudian.

Hanya cukup puas,
karena seharusnya aku bisa berusaha lebih maksimal lagi daripada yang telah kulakukan. Ya, manusia tak pernah puas! Tapi, aku tetap bersyukur atas semua pencapaian dan hasil akhir skripsiku.

Sekali lagi,
yang terpenting adalah proses pengerjaan skripsi tersebut, tak hanya hasil akhir.
Dalam proses tersebut, banyak hal-hal yang kupelajari, bahwa kehidupan di kampus, sama saja dengan kehidupan di masyarakat.
Berbeda penerapannya, namun sama konsepnya.

Sindang,…. tunggulah aku…

Kerinduan dengan angin segar di Sindang,
Matahari terbit di puncak Kaba,
Perjalanan panjang mendaki,
melintasi jalan setapak,
tak kunjung habisnya,
nafas yang ngos-ngosan,
keringat yang mengucur,
kehausan,
angin kencang,
kehujanan,
tidur di alam terbuka,
dengan udara malam nan menyegarkan,
meniti ratusan atau ribuan tangga buatan,
melihat curup, linggau dari puncak,
menikmati pemandangan kawah,
gangguan-gangguan makhluk lain,
ketakutan,
keberanian,

ahhhh, tahun ini aku belum ke Kaba,
belum ke Sindang,
belum menikmati aren.

kerinduan ini,
sangat mendalam.

Ingin kulepas semua beban tahun ini,
menikmati perjalanan di hari libur lebaran nanti,
mengosongkan pikiran,
membuat tekad baru.

Di sana, aku hanya akan berpikir,
berpikir tentang cita-cita ke depan.
tak akan kubawa setumpuk buku,
hanya sebuah catatan harian,
goresan tinta berisi tekad, hasrat dan impian.

akan kubawa kamera,
akan kuabadikan pemandangan indahnya,
kupatri suasananya dalam sanubariku.

ahhhh,
kehidupan bagaikan roda,
kadang di atas,
kadang di bawah,
kadang membosankan,
kadang menggembirakan,…

Manusia memang butuh me-refresh tekadnya kembali,
agar selalu bersemangat,
memunculkan keberanian.

REFLEKSI.
Penting sekali kita merefleksikan hidup kita.
Dalam hidupku,
hal tersebut tak boleh dilupakan.
Selalu merefleksikan semua kejadian,
peristiwa demi peristiwa.

Ya,
Sindang…
tunggulah aku,
kan kubawa pikiran kosong kesana,
untuk diisi kembali,
dan,
kembali ke kampung halaman,
dengan jiwa yang lebih segar dan menantang!

Keep dreaming, keep working.
(Motto from Ms. Veronica, maybe…)

Menjadi diri sendiri

gila… gila… benar-benar aku sudah gila!
Sabtu, sidang draft,
besok, deadline.
tinggal 8 jam lagi untuk mengumpulkan dokumen,
dan aku belum selesai.

selalu menyalahkan diri sendiri.
sekejap bahagia, lalu kembali menyesali diri.

terpaksa,
harus meminta perpanjangan waktu sehari.
tak tau diperbolehkan atau tidak.

namun,
aku merasa bahwa aku sudah terlalu capek tahun ini.
lelah, merasa sangat…. capek…………

mungkin,
aku terlalu ambisius,
terlalu memikirkan untuk menjadi orang lain.

semua teman-temanku sudah lulus dan sukses.
aahhh,
kadang menjadi tidak percaya diri.
aku bukan siapa-siapa.

lagi-lagi,
aku menyalahkan nasib.
mengapa tidak kaya,
mengapa tidak pintar,
mengapa…. mengapa… dan mengapa…

padahal,
sudah jelas di otakku,
bahwa perasaan bersyukur itulah yang terpenting.
sulit, sulit,…

mengatakan sulit,
padahal,
sudah jelas di otakku,
jika berpikir sulit maka akan sulit,
jika berpikir mudah maka akan mudah.

pada akhirnya,
aku hanya harus merubah ichinen,
merubah pola pikir,
menjadi orang yang selalu bersyukur,
menjadi orang yang selalu berterima kasih,
dan yang terpenting adalah : Menjadi diri sendiri.

Semakin sering online,
semakin kusadari bahwa aku bukanlah siapa-siapa.

Semakin banyak buku yang kubaca,
semakin kusadari bahwa aku tak tau apa-apa.

Lantas,
haruskah aku berhenti online,
bertemu dengan orang-orang hebat, sukses, berhasil… apalah namanya…

manusia, ya, manusia…
rumput di seberang lautan selalu terlihat bagus.

H-5 TA

Selasa,
Rabu,
Kamis.
Tiga hari menuju pengumpulan dokumen tugas akhir.

Jumat,
sabtu.
Lima hari menuju sidang akhir.

Log aktivitas belum berhasil dibuat,
otomatis,
dokumen pun belum dapat diselesaikan.

Tinggal lima hari lagi.
Tinggal tiga hari lagi.
Tak lucu sekali,
pabila kerja keras sepanjang tahun ini,
hancur karena tiga hari bersantai,
‘ongkang-ongkang’ kaki dan tak bekerja keras.

Harus benar-benar berjuang lagi,
memompa semangat.
Breaking through!
Ya,
melampaui batas!
Harus seperti itu.

Berjuang, May.
Ayo, berjuang!

Jangan sampai sia-sia tiga minggu menghabiskan uang ortu,
bimbingan skripsi namun hasil tak memuaskan.
Jangan sampai terjadi,
kekecewaan,
kesedihan,
kemarahan,
kehancuran diriku terjadi!
Bangkit kembali!

Ingin berbagi dorongan semangat dari Ikeda sensei:

Kehadiran kesulitan adalah agar kita dapat mengatasinya.
Kehadiran penderitaan adalah agar kita dapat menjadi lebih tegar.
Kehadiran hati kepercayaan adalah agar kita dapat mencapai kemenangan.

Jadwal dan target pengerjaan tahap akhir, skripsiku:
Selasa, 16 : Program dan dokumen selesai.
Rabu, 17 : Bimbingan dengan Pemb. 2, print dokumen rangkap 5.
Kamis, 18 : Kumpul dokumen, buat slides presentasi, belajar cara presentasi dan demo program.
Jumat, 19 : Belajar cara presentasi dan demo program, Daimoku 5 jam dan istirahat.
Sabtu, 20 : SIDANG AKHIR