Kunjungan anggota, tugas jiwa, berita duka

Terima kasih Gohonzon,
Yang Arya Bikhu Watanabe dan Pak Pontoh tiba di Palembang,
tadi siang pukul 12.30.

—KUNJUNGAN ANGGOTA—

Beberapa tahun lalu, kami biasa kunjungan anggota 3 mobil.
Semobil isinya Bikhu, penerjemah, 2 ibu dan seorang bapak yang menyopir,
Semobil isinya rombongan Bapak-Ibu,
Semobil lagi isinya rombongan Generasi Muda.
Ramailah sudah…
Itulah Palembang.
Kalau tak ramai, tak asik.
Makan tak makan, tetap kumpul.

Waktu itu masih banyak GM yang masih sekolah dan belum bekerja mantap,
tapi sekarang semuanya sudah menjadi sangat sibuk.
Alhasil, sekarang tak satu pun GM yang ikut kunjungan anggota.
Satu sisi, aku bersyukur bahwa semua telah mendapat pekerjaan yang baik!
Sisi lain, aku menyayangkan bahwa tak banyak yang menomorsatukan tugas jiwa.
Toda Sensei berani mengatakan bahwa, “Shinjin adalah badan, bisnis adalah bayangan!”
Apakah kita sudah berani membuat pernyataan seperti itu juga?

Uang itu selalu ada dan terus berputar dalam setiap bisnis dan berbagai hal. Apabila shinjin kita kuat & berjuang dengan sungguh-sungguh untuk kosenrufu, kita dengan sendirinya masuk ke dalam perputaran uang tersebut.

Sekarang…
Jangankan tiga mobil anggota,
kadang-kadang malah sewa.
Apakah ini menandakan kemunduran?
Kukira tidak!
Tak bisa kita menilai hal kompleks itu hanya dari satu sisi,
bagaikan orang buta yang memegang gajah!

Seniorku pernah menyampaikan kata2 ibu Kaneko,
“Tidak menang tidak apa, tapi tidak kalah”.
Ada yang sudah mengerti maksudnya?

Hal yang harus dibenahi adalah,
meningkatkan niat dan keberanian dari anggota
untuk melaksanakan shakubuku sendiri,
tanpa perlu beramai-ramai menunggu instruksi sang pemimpin!
Harus berani untuk berdiri seorang diri!

BERDIRI SEORANG DIRI tidaklah sama dengan BERDIKARI!

—TUGAS JIWA—

Aku paling mengagumi anggota Soka Gakkai.
Selain berjuang untuk kebahagiaan diri sendiri,
mereka juga berjuang untuk kebahagiaan orang lain,
karena mereka menganggap kebahagiaan orang lain adalah kebahagiaannya,
dan penderitaan orang lain adalah penderitaannya.
Mereka yang menyadari hal tersebut sebagai tugas jiwa,
memang benar-benar berjuang sekuat tenaga!
benar-benar…
benar-benar…
Itulah para “Bodhisatva yang Muncul dari Bumi”.

—PERTANYAAN—

Karena besok Bikhu akan kembali ke Jakarta dan aku tak memiliki banyak waktu untuk mengajukan pertanyaan, maka kuminta tolong kepada Bapak ku untuk bertanya kepada beliau. Pertanyaannya, adalah:

  1. Budhisme, agama atau filosofi
  2. Zaimu dengan uang judi
  3. Pengaruh terkabulnya doa dengan persembahan altar
  4. Berbohong untuk kebaikan

Aku harus selalu belajar.
Di masyarakat, belajar untuk pengetahuan kita.
Di Budhisme, belajar untuk memperkuat jiwa kita.
Toda sensei mengatakan: “Belajar seperti tulang punggung kita,
yang bisa membuat kita berjalan dan memandang ke depan.”

Mari kita belajar dan mempraktekkan pelajaran kita!

—BERITA DUKA—

Telah meninggal seorang Bapak, yang dikenal sebagai BHS.
Dulunya anggota NSI dan tak aktif lagi bertahun-tahun
hingga menemukan Soka Gakkai dan aktif selama +/- 1 tahun,
lantas 2 tahun terakhir ini tiada kabar lagi.
Terakhir, diketahui Pak B kembali ke Panti Sosial,
menjalani hidup seperti yang
dilakukannya sebelum mengenal Soka Gakkai.
Meninggal dengan sedikit tragis. Menyedihkan!

Cerita berawal di tahun 80an, ketika Pak B dan Pak CH,
ber-bonceng-an motor dan terjatuh.
Karena terkena karat yang tak lantas diobati dan tetanus,
kaki Pak CH pun harus diamputasi.
Dan tahun 90an, meninggal karena dibunuh oleh pembunuh bayaran
yang disewa oleh istrinya sendiri.
Sewaktu aku berkunjung ke Penjara Pakjo,
aku bertemu istrinya namun kami tak saling kenal.

Pak B pun menjadi sakit,
sehingga akhirnya tinggal di Panti Sosial selama bertahun-tahun,
tanpa masa depan yang jelas, tanpa ada yang memperdulikan dia.

Aku mengenal keduanya, meskipun hanya sekilas.
Keduanya baik dan pernah berkesan di hatiku.
Namun, keduanya memiliki nasib yang sama.

Menyesal bahwa malam ini aku tak sempat melayat karena ketidaktahuanku.
Dan, akhirnya aku hanya bisa bertekad untuk mengirim doa.
Berdoa agar keduanya memiliki jodoh yang kuat terhadap Budhisme ini
di kehidupan mendatang dan dapat menuntaskan misinya!
Nammyohorengekyo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.